Kamis, 30 Maret 2023

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR - REFLEKSI MATERI BERSERI

Nama                         : Uswatun Hasanah 
Nim                             : 7101421173 
Rombel                      : PAP A
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro S. Pd., M. Pd. 
Mata Kuliah          : Desain dan Strategi Pembelajaran Administrasi Perkantoran


BAB 1 SEPUTAR STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

              Model pembelajaran adalah sebuah system proses pembelajaran yang utuh, mulai dari awal hingga akhir. Model pembelajaran melingkupi pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah turunan dari pendekatan pembelajaran. Menurut Rowntree (Wina Senjaya, 2008), strategi pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian berikut:

1.       Exposition Discovery Learning

a.       Exposition learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung menggunakan cara menjelaskan secara terperinci materi yang akan dipelajari.

b.       Discovering learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung meminta siswa untuk melakukan observasi, eksperimen, atau tindakan ilmiah hingga mendapatkan kesimpulan dari hasil tindakan ilmiah tersebut.

2.       Group Individual Learning

a.       Group learning adalah strategi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu siswa yang dibagi dalam kelompok.

b.       Individual learning adalah strategi pembelajaran invidual. Setiap siswa diminta untuk belajar sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa kerja sama dengan yang lain.

 

BAB 2 STRATEGI, METODE, ATAU TEKNIK PEMBELAJARAN

·       Model pembelajaran adalah sistem proses pembelajaran yang utuh.

·       Pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran (teacher centered approach atau student centered approach).

·       Strategi pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tercapai tujuan pembelajaran (bersifat rencana).

·       Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan susunan rencana dalam bentuk kegiatan yang nyata.

·       Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode pembelajaran secara spesifik

 

BAB 3 MEMOTIVASI SISWA DENGAN KALIMAT POSITIF

Kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena tiap kata atau kalimat yang kita sampaikan akan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, berhubungan dengan kemampuan dan ketidakmampuannya. Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-kelamaan akan menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya. Bahkan, sering kali kata negatif yang telah terserap dalam alam bawah sadarnya tetap bekerja, walaupun dia tidak menyadarinya.

Menurut Santoso (2013), faktor yang menentukan karakteristik peserta didik, yaitu sosial-ekonomi, psikologis, dan akademis. Faktor sosial-ekonomi meliputi tingkat ekonomi orangtua, lingkungan keluarga dan masyarakat, serta hubungan siswa.

Menurut Santoso (2013), hal-hal yang harus dilakukan guru agar pembelajaran menjadi interaktif dan efektif adalah menarik minat dan perhatian siswa, menarik dan mengarahkan perhatian siswa, membangkitkan motivasi siswa, menggunakan prinsip individualitas, dan memanfaatkan alat peraga.

 

BAB 4 PENGELOLAAN KELAS DI KELAS TERNAKAL

Pengelolaan kelas adalah suatu keterampilan untuk menciptakan dan memelihara kondisi pembelajaran yang optimal sehingga pembelajaran dapat menyenangkan dan mendapat respons berupa partisipasi aktif dari peserta didik. Dengan demikian, peserta didik mampu memahami materi pembelajaran sesuai dengan target dan tujuan pembelajaran

Dalam pengelolaan kelas, guru harus mampu melakukan hal berikut:

1.       Menghentikan tingkah laku peserta didik yang memecah perhatian kelas dan tidak ada hubunganya dengan materi

2.       Memberikan penguatan (hadiah) bagi peserta didik yang mampu menyelesaikan tugas dengan cepat dan benar, misalnya, memberikan pujian atau mengumumkannya di depan kelas.

3.       Menjalin hubungan interpersonal yang baik antara guru dan peserta didik dan antarpeserta didik

4.       Memberikan perhatian pada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi. dengan pendekatan yang "humanis sehingga peserta didik tersebut tidak merasa terbebani dan termotivasi untuk mampu menyamai rekan rekannya

5.       Mampu menggunakan sarana yang ada dengan lebih optimal

 

BAB 5 MEMBUAT LESSON PLAN KREATIF

Sebelum mengajar, guru harus membuat lesson plan. Menurut Chatib (2011), jika guru tidak membuat perencanaan dalam mengajar, sebenarnya guru merencanakan kegagalan mengajar. Chatib (2011:193) mengemukakan bahwa ada beberapa keuntungan bagi guru yang membuat lesson plan

1.       Rencana pengajaran pada jenjang kompetensi secara otomatis tercatat dan dapat diarsipkan.

2.       Record (arsip) lesson plan akan menjadi bekal guru yang bersangkutan dan dapat digunakan dengan penyempurnaan pada tahun ajaran berikutnya.

3.       Dengan adanya lesson plan, kualitas guru saat mengajar akan terkontrol dan tercatat dalam rapor kualitas lesson plan guru.

4.       Dengan adanya lesson plan, kualitas pembelajaran di kelas yang berhubungan dengan hasil prestasi akademik siswa dapat terukur.

5.       Dengan adanya lesson plan, guru akan punya waktu perencanaan sebuah topik pembelajaran tentang bagaimana sebuah topik disampaikan dengan baik dan menarik.


BAB 6 KETERAMPILAN MENGAJAR YANG HARUS DIKUASAI GURU

Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang bersifat khusus yang dimiliki oleh guru, dosen, dan instruktur agar dapat melaksanakan tugas secara efektif. efisien, dan profesimal. Dengan demikian, keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa kemampuan atau keterampilan yang bersifat mendasar dan melekat serta harus dimiliki serta disktualisasikan oleh setiap guru, dosen. dan instruktur dalam melaksanakan tugas mengajarnya.

Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru, dosen, dan instruktur karena dalam keterampilan dasar mengajar bukan hanya sekadar proses menyampaikan materi tapi juga bisa dalam konteks yang luas, yaitu dalam pola pembinaan, pembentukan karakter, emosional, kebiasaan nilai nilai, dan keterampilan lainnya Ada delapan keterampilan dasar menjadi seorang guru, diantaranya : keterampilan bertanya, keterampilan penguat, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

 

BAB 7 FUNGSI, PERAN, CIRI, DAN KOMPETENSI GURU

·       Fungsi guru : mendidik, mengajar, melatih

·       Peran Guru: guru sebagai pengajar, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai fasilitator, guru sebagai evaluator

·       Ciri guru professional : selalu punya energi untuk siswanya, punya tujuan jelas untuk pelajaran, punya keterampilan mendidik yang baik, punya keterampilan manajemen kelas yang baik, bisa berkomunikasi dengan orang tua pendidik, punya harapan yang tinggi pada siswanya, pengetahuan tentang subjek yang diajak

·       Kompetensi guru : kompetensi pedagogis, kompetensi professional, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian.

 

BAB 8 MEREKA YANG KREATIF MENGAJAR

Ada beberapa model pembelajaran kreatif, seperti kuis di televisi yang memberi kalimat, kemudian kalimat tersebut disalurkan kepada teman lainnya. Ada model yang memerankan peran (role), sebagaimana di lapangan. Ada model kelompok yang dimodifikasi dengan permainan bola.

Selain materi tentang korespondensi (surat), juga ada materi tentang kearsipan. Salah satu mahasiswa menyampaikan materi sistem penyimpanan arsip. Dia menggunakan media styrofoam.  Ada juga yang memeragakan dan mempraktikkan penyimpanan arsip dengan sistem terminal digit. Dia menggunakan peraga styrofoam yang telah diwarnai dan diisi surat, lengkap dengan laci, map, dan foldernya. Kemudian, dia praktik dengan meminta tolong kepada mahasiswa untuk mencarikan arsip yang dia simpan dengan sistem yang telah ditentukan. Dia tidak sekadar memberikan materi, tetapi mempraktikkannya meskipun waktunya hanya sepuluh menit.

 

BAB 9 MICROTEACHING MEMPERBARUI GAYA MENGAJAR

Laughlin dan Moulton dalam Hasibuan mendefinisikan microteaching adalah sebuah metode latihan penampilan yang dirancang secara jelas dengan jalan mengisolasi bagian-bagian dari proses mengajar sehingga guru (calon guru) dapat menguasasi setiap komponen satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan. Dalam microteaching, bagian yang sangat penting adalah praktik mengajar sebagai bentuk nyata ditampilkannya kompetensi yang telah dibekalkan kepada calon pendidik. Pada umumnya, praktik microteaching dilakukan dengan model peer- teaching (pembelajaran bersama teman sejawat) karena model ini fleksibel dilaksanakan sebelum melakukan real-teaching dalam kelas yang sesungguhnya. Dalam microteaching, calon pendidik dapat berlatih unjuk kebolehan dengan kompetensi dasar mengajar secara terbatas dan secara terpadu dari beberapa kompetensi dasar mengajar dengan kompetensi (tujuan), materi, peserta didik, dan waktu yang relatif dibatasi (dimikrokan).

 

BAB 10 YOSINA, AKU BERGURU PADAMU

Yosina memberikan kita contoh bahwa usia bukan lah penghalang bagi kita untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Meskipun Yosina memiliki latar belakang yang spesial, karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik, tetapi dia tetap berusaha untuk memahami materi yang dijelaskan oleh dosen.

 

BAB 11 MODEL BERMAIN PERAN DALAM PEMBELAJARAN MENGELOLA PERTEMUAN DAN RAPAT PADA JURUSAN ADMINISTRASI PIRKANTORAN

Model bermain peran (role playing) merupakan model yang tepat diterapkan di dalam pembelajaran mengelola pertemuan dan rapat. Model bermain peran merupakan model pengajaran yang berasal dari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Esensi dari role playing adalah keterlibatan partisipan dan peneliti dalam situasi permasalahan dan adanya keinginan untuk memunculkan resolusi damai serta memahami apa yang dihasilkan dari keterlibatan langsung ini (Miftahul Huda, 2013: 116).

Model role playing berfungsi untuk (1) mengeksplorasi perasaan siswa, (2) mentrasfer dan mewujudkan pandangan mengenai perilaku, nilai, dan persepsi siswa. (3) mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan tingkah laku, dan (4) mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang berbeda.

              


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN

NAMA                                       : USWATUN HASANAH NIM                                           : 7101421173 ROMBEL              ...