Rabu, 30 Agustus 2023

KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN

NAMA                              : USWATUN HASANAH
NIM                                  : 7101421173
ROMBEL                         : PAP A
MATA KULIAH             : MEDIA DAN BAHAN AJAR ADMINISTRASI PERKANTORAN
DOSEN PENGAMPU   : BAPAK AGUNG KUSWANTORO S. Pd., M. Pd.

Pada hakikatnya pembelajaran merupakan suatu proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran atau media, dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang terdapat dalam kurikulum, sumber pesannya adalah guru, siswa, orang lain, penulis buku, salurannya adalah media pembelajaran, dan penerima pesan adalah pebelajar. Media belajar diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (massage), merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong proses belajar.

Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran) sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan pebelajar (siswa) dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu. Media pembelajaran memiliki fungsi yang sangat penting yaitu sebagai pembawa informasi dan pencegah terjadinya hambatan proses pembelajaran, sehingga informasi atau pesan dari komunikator dapat sampai kepada komunikan secara efektif dan efisien. Media pembelajaran merupakan unsur atau komponen sistem pembelajaran, maka media pembelajaran merupakan bagian integral dari pembelajaran.

Berikut ini contoh-contoh media pembelajaran yang digunakan di jurusan administrasi perkantoran :

1. Mind map mengenai ruang lingkup hubungan masyarakat


               2.  Media pembelajaran dalam bentuk 3 dimensi mengenai surat

               3. Mind map mengenai pengadaan perbekalan kantor




Kamis, 30 Maret 2023

STRATEGI BELAJAR MENGAJAR - REFLEKSI MATERI BERSERI

Nama                         : Uswatun Hasanah 
Nim                             : 7101421173 
Rombel                      : PAP A
Dosen Pengampu : Bapak Agung Kuswantoro S. Pd., M. Pd. 
Mata Kuliah          : Desain dan Strategi Pembelajaran Administrasi Perkantoran


BAB 1 SEPUTAR STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

              Model pembelajaran adalah sebuah system proses pembelajaran yang utuh, mulai dari awal hingga akhir. Model pembelajaran melingkupi pendekatan pembelajaran, strategi pembelajaran, metode pembelajaran, dan teknik pembelajaran.

Strategi pembelajaran adalah turunan dari pendekatan pembelajaran. Menurut Rowntree (Wina Senjaya, 2008), strategi pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam dua bagian berikut:

1.       Exposition Discovery Learning

a.       Exposition learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung menggunakan cara menjelaskan secara terperinci materi yang akan dipelajari.

b.       Discovering learning adalah strategi pembelajaran yang cenderung meminta siswa untuk melakukan observasi, eksperimen, atau tindakan ilmiah hingga mendapatkan kesimpulan dari hasil tindakan ilmiah tersebut.

2.       Group Individual Learning

a.       Group learning adalah strategi pembelajaran yang melibatkan lebih dari satu siswa yang dibagi dalam kelompok.

b.       Individual learning adalah strategi pembelajaran invidual. Setiap siswa diminta untuk belajar sendiri dan menyelesaikan masalahnya sendiri, tanpa kerja sama dengan yang lain.

 

BAB 2 STRATEGI, METODE, ATAU TEKNIK PEMBELAJARAN

·       Model pembelajaran adalah sistem proses pembelajaran yang utuh.

·       Pendekatan pembelajaran adalah sudut pandang kita terhadap proses pembelajaran (teacher centered approach atau student centered approach).

·       Strategi pembelajaran adalah kegiatan pembelajaran yang harus dikerjakan oleh guru dan siswa agar tercapai tujuan pembelajaran (bersifat rencana).

·       Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan susunan rencana dalam bentuk kegiatan yang nyata.

·       Teknik pembelajaran adalah cara yang dilakukan seseorang dalam mengimplementasikan suatu metode pembelajaran secara spesifik

 

BAB 3 MEMOTIVASI SISWA DENGAN KALIMAT POSITIF

Kata yang kita ucapkan kepada anak membawa pengaruh besar bagi hidupnya karena tiap kata atau kalimat yang kita sampaikan akan sekaligus membawa pesan tersirat tentang dirinya, berhubungan dengan kemampuan dan ketidakmampuannya. Begitu si anak menyimpan pesan itu dalam batinnya, pesan itu lama-kelamaan akan menjadi suatu keyakinan dan pembenaran atas setiap kegagalan yang dialaminya. Bahkan, sering kali kata negatif yang telah terserap dalam alam bawah sadarnya tetap bekerja, walaupun dia tidak menyadarinya.

Menurut Santoso (2013), faktor yang menentukan karakteristik peserta didik, yaitu sosial-ekonomi, psikologis, dan akademis. Faktor sosial-ekonomi meliputi tingkat ekonomi orangtua, lingkungan keluarga dan masyarakat, serta hubungan siswa.

Menurut Santoso (2013), hal-hal yang harus dilakukan guru agar pembelajaran menjadi interaktif dan efektif adalah menarik minat dan perhatian siswa, menarik dan mengarahkan perhatian siswa, membangkitkan motivasi siswa, menggunakan prinsip individualitas, dan memanfaatkan alat peraga.

 

BAB 4 PENGELOLAAN KELAS DI KELAS TERNAKAL

Pengelolaan kelas adalah suatu keterampilan untuk menciptakan dan memelihara kondisi pembelajaran yang optimal sehingga pembelajaran dapat menyenangkan dan mendapat respons berupa partisipasi aktif dari peserta didik. Dengan demikian, peserta didik mampu memahami materi pembelajaran sesuai dengan target dan tujuan pembelajaran

Dalam pengelolaan kelas, guru harus mampu melakukan hal berikut:

1.       Menghentikan tingkah laku peserta didik yang memecah perhatian kelas dan tidak ada hubunganya dengan materi

2.       Memberikan penguatan (hadiah) bagi peserta didik yang mampu menyelesaikan tugas dengan cepat dan benar, misalnya, memberikan pujian atau mengumumkannya di depan kelas.

3.       Menjalin hubungan interpersonal yang baik antara guru dan peserta didik dan antarpeserta didik

4.       Memberikan perhatian pada peserta didik yang mengalami kesulitan memahami materi. dengan pendekatan yang "humanis sehingga peserta didik tersebut tidak merasa terbebani dan termotivasi untuk mampu menyamai rekan rekannya

5.       Mampu menggunakan sarana yang ada dengan lebih optimal

 

BAB 5 MEMBUAT LESSON PLAN KREATIF

Sebelum mengajar, guru harus membuat lesson plan. Menurut Chatib (2011), jika guru tidak membuat perencanaan dalam mengajar, sebenarnya guru merencanakan kegagalan mengajar. Chatib (2011:193) mengemukakan bahwa ada beberapa keuntungan bagi guru yang membuat lesson plan

1.       Rencana pengajaran pada jenjang kompetensi secara otomatis tercatat dan dapat diarsipkan.

2.       Record (arsip) lesson plan akan menjadi bekal guru yang bersangkutan dan dapat digunakan dengan penyempurnaan pada tahun ajaran berikutnya.

3.       Dengan adanya lesson plan, kualitas guru saat mengajar akan terkontrol dan tercatat dalam rapor kualitas lesson plan guru.

4.       Dengan adanya lesson plan, kualitas pembelajaran di kelas yang berhubungan dengan hasil prestasi akademik siswa dapat terukur.

5.       Dengan adanya lesson plan, guru akan punya waktu perencanaan sebuah topik pembelajaran tentang bagaimana sebuah topik disampaikan dengan baik dan menarik.


BAB 6 KETERAMPILAN MENGAJAR YANG HARUS DIKUASAI GURU

Keterampilan dasar mengajar merupakan keterampilan yang bersifat khusus yang dimiliki oleh guru, dosen, dan instruktur agar dapat melaksanakan tugas secara efektif. efisien, dan profesimal. Dengan demikian, keterampilan dasar mengajar berkenaan dengan beberapa kemampuan atau keterampilan yang bersifat mendasar dan melekat serta harus dimiliki serta disktualisasikan oleh setiap guru, dosen. dan instruktur dalam melaksanakan tugas mengajarnya.

Keterampilan dasar mengajar mutlak harus dimiliki dan dikuasai oleh setiap guru, dosen, dan instruktur karena dalam keterampilan dasar mengajar bukan hanya sekadar proses menyampaikan materi tapi juga bisa dalam konteks yang luas, yaitu dalam pola pembinaan, pembentukan karakter, emosional, kebiasaan nilai nilai, dan keterampilan lainnya Ada delapan keterampilan dasar menjadi seorang guru, diantaranya : keterampilan bertanya, keterampilan penguat, keterampilan mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup pelajaran, keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas, dan keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.

 

BAB 7 FUNGSI, PERAN, CIRI, DAN KOMPETENSI GURU

·       Fungsi guru : mendidik, mengajar, melatih

·       Peran Guru: guru sebagai pengajar, guru sebagai pengelola kelas, guru sebagai fasilitator, guru sebagai evaluator

·       Ciri guru professional : selalu punya energi untuk siswanya, punya tujuan jelas untuk pelajaran, punya keterampilan mendidik yang baik, punya keterampilan manajemen kelas yang baik, bisa berkomunikasi dengan orang tua pendidik, punya harapan yang tinggi pada siswanya, pengetahuan tentang subjek yang diajak

·       Kompetensi guru : kompetensi pedagogis, kompetensi professional, kompetensi sosial, kompetensi kepribadian.

 

BAB 8 MEREKA YANG KREATIF MENGAJAR

Ada beberapa model pembelajaran kreatif, seperti kuis di televisi yang memberi kalimat, kemudian kalimat tersebut disalurkan kepada teman lainnya. Ada model yang memerankan peran (role), sebagaimana di lapangan. Ada model kelompok yang dimodifikasi dengan permainan bola.

Selain materi tentang korespondensi (surat), juga ada materi tentang kearsipan. Salah satu mahasiswa menyampaikan materi sistem penyimpanan arsip. Dia menggunakan media styrofoam.  Ada juga yang memeragakan dan mempraktikkan penyimpanan arsip dengan sistem terminal digit. Dia menggunakan peraga styrofoam yang telah diwarnai dan diisi surat, lengkap dengan laci, map, dan foldernya. Kemudian, dia praktik dengan meminta tolong kepada mahasiswa untuk mencarikan arsip yang dia simpan dengan sistem yang telah ditentukan. Dia tidak sekadar memberikan materi, tetapi mempraktikkannya meskipun waktunya hanya sepuluh menit.

 

BAB 9 MICROTEACHING MEMPERBARUI GAYA MENGAJAR

Laughlin dan Moulton dalam Hasibuan mendefinisikan microteaching adalah sebuah metode latihan penampilan yang dirancang secara jelas dengan jalan mengisolasi bagian-bagian dari proses mengajar sehingga guru (calon guru) dapat menguasasi setiap komponen satu per satu dalam situasi mengajar yang disederhanakan. Dalam microteaching, bagian yang sangat penting adalah praktik mengajar sebagai bentuk nyata ditampilkannya kompetensi yang telah dibekalkan kepada calon pendidik. Pada umumnya, praktik microteaching dilakukan dengan model peer- teaching (pembelajaran bersama teman sejawat) karena model ini fleksibel dilaksanakan sebelum melakukan real-teaching dalam kelas yang sesungguhnya. Dalam microteaching, calon pendidik dapat berlatih unjuk kebolehan dengan kompetensi dasar mengajar secara terbatas dan secara terpadu dari beberapa kompetensi dasar mengajar dengan kompetensi (tujuan), materi, peserta didik, dan waktu yang relatif dibatasi (dimikrokan).

 

BAB 10 YOSINA, AKU BERGURU PADAMU

Yosina memberikan kita contoh bahwa usia bukan lah penghalang bagi kita untuk menuntut ilmu setinggi mungkin. Meskipun Yosina memiliki latar belakang yang spesial, karena dia tidak bisa berbahasa Indonesia dengan baik, tetapi dia tetap berusaha untuk memahami materi yang dijelaskan oleh dosen.

 

BAB 11 MODEL BERMAIN PERAN DALAM PEMBELAJARAN MENGELOLA PERTEMUAN DAN RAPAT PADA JURUSAN ADMINISTRASI PIRKANTORAN

Model bermain peran (role playing) merupakan model yang tepat diterapkan di dalam pembelajaran mengelola pertemuan dan rapat. Model bermain peran merupakan model pengajaran yang berasal dari dimensi pendidikan individu maupun sosial. Esensi dari role playing adalah keterlibatan partisipan dan peneliti dalam situasi permasalahan dan adanya keinginan untuk memunculkan resolusi damai serta memahami apa yang dihasilkan dari keterlibatan langsung ini (Miftahul Huda, 2013: 116).

Model role playing berfungsi untuk (1) mengeksplorasi perasaan siswa, (2) mentrasfer dan mewujudkan pandangan mengenai perilaku, nilai, dan persepsi siswa. (3) mengembangkan keterampilan pemecahan masalah dan tingkah laku, dan (4) mengeksplorasi materi pelajaran dengan cara yang berbeda.

              


Jumat, 17 Maret 2023

NAMA                           : USWATUN HASANAH
NIM                               : 7101421173
ROMBEL                      : PAP A
MATA KULIAH           : APLIKASI PENGOLAH BASIS DATA
DOSEN PENGAMPU : BAPAK AGUNG KUSWANTORO S. Pd., M. Pd.  


RINGKASAN MATERI KORELASI DAN FLOWCHART


Korelasi

Korelasi adalah hubungan antara satu variabel dengan variabel yang lain. Contohnya seperti dibawah ini, variabelnya cukup dua saja yaitu pegawai dengan pelatihan. Korelasi Farida ke manajemen proyek itu namanya korelasi, begitupun seterusnya. Jika hanya 1 data (pegawai saja atau pelatihan saja) disebut dengan variabel. Korelasi lebih cenderung kepada dua hubungan.


Flowchart

Flow adalah mengalir sedangkan chart adalah grafik. Jadi flowchart merupakan penggambaran secara grafik dari langkah-langkah dan urutan prosedur suatu program. Biasanya mempengaruhi penyelesaian masalah yang khusunya perlu dipelajari dan dievaluasi lebih lanjut. Flowchart dapat digunakan untuk menyajikan kegiatan manual, kegiatan pemprosesan ataupun keduanya. Flowchart merupakan rangkaian simbol-simbol yang digunakan untuk mengkontruksi. Simbol yang digunakan sebagai berikut:

 

Dibawah ini merupakan contoh flow chart sistem yang menunjukkan sistem login ke instagram. Mulai dari Memulai-Login instagram-Memasukkan password-Kemudian pemeriksaan password-Apabila password tidak sesuaimaka masukkan lagi password-Kemudian pemeriksaan password-Jika password masih tidak sesuai maka masukkan Kembali password, jika password sudah sesuai maka masuk ke beranda instagram-Kemudian selesai.



 


 

 

Jumat, 10 Maret 2023

NAMA                              : USWATUN HASANAH
NIM                                  : 7101421173
ROMBEL                         : PAP A
MATA KULIAH             : APLIKASI PENGOLAH BASIS DATA
DOSEN PENGAMPU   : BAPAK AGUNG KUSWANTORO S. Pd., M. Pd.


        CONTOH KERELASIAN ANTARA SISWA DENGAN JENIS BUNGA YANG DISUKAI

Kerelasian menyatakan hubungan antar relasi dalam basis data. Dibawah ini merupakan contoh kerelasian, lebih tepatnya yaitu kerelasian antara siswa dengan jenis bunga yang disukai. 


Gambar diatas merupakan kerelasian sederhana antara siswa dengan bunga yang disukai. Masing-masing siswa memiliki jenis bunga kesukaan yang berbeda-beda. Dari gambar diatas dapat disimpulkan bahwa dari beberapa siswa tersebut, jenis bunga yang paling banyak disukai yaitu jenis bunga anggrek.



Kamis, 09 Maret 2023

TUGAS DESAIN DAN STRATEGI PEMBELAJARAN ADMINISTRASI PERKANTORAN

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Desain dan Strategi Pembelajaran Administrasi Perkantoran

Dosen Pengampu Bapak Agung Kuswantoro S. Pd., M. Pd.

Penulis 
Nama         : Uswatun Hasanah
Nim           : 7101421173
Rombel     : PAP A 

 


1. Mengapa mata kuliah desain dan strategi pembelajaran administrasi perkantoran diajarkan di jurusan pendidikan ekonomi konsentrasi administrasi perkantoran?

Karena jurusan pendidikan ekonomi konsentrasi administrasi perkantoran merupakan jurusan yang nantinya lulusannya menjadi tenaga pendidik terutama di tingkat SMK. Sehingga perlu bagi lulusannya untuk dapat membuat desain dan strategi pembelajaran administrasi perkantoran. Desain dan strategi pembelajaran administrasi perkantoran diperlukan agar materi pembelajaran yang diberikan dapat tersampaikan dengan baik.

  

2. Apakah ada mata kuliah ini diberikan di jurusan akuntansi, manajemen, dan ekonomi pembangunan?

Menurut saya tidak ada, karena jurusan akuntansi, manajemen, dan ekonomi pembangunan merupakan jurusan murni. Sedangkan jurusan pendidikan ekonomi konsentrasi administrasi perkantoran merupakan jurusan kependidikan.

 

3.  Mengapa diberikan pada semester empat?

Menurut saya karena semakin tinggi semester yang kita ambil maka mata kuliah yang diberikan akan semakin menjurus dengan konsentrasi yang kita ambil. Seperti halnya dengan mata kuliah desain dan strategi pembelajaran administrasi perkantoran yang merupakan tujuan keahlian dari jurusan pendidikan ekonomi konsentrasi administrasi perkantoran

 

4.     Apa tujuan mata kuliah desain dan strategi pembelajaran?

Tujuan mata kuliah desain dan strategi pembelajaran yaitu agar nantinya mahasiswa lulusan dari jurusan pendidikan ekonomi konsentrasi administrasi perkantoran ketika menjadi seorang tenaga pendidik dapat membuat desain dan strategi pembelajaran ketika mengajar.

 

5.    Apakah cita cita anda sama seperti tujuan dari mata kuliah desain dan strategi pembelajaran administrasi perkantoran dipelajari? Jelaskan alasannya

Sama, karena ketika saya mengambil jurusan pendidikan ekonomi konsentrasi administrasi perkantoran tentunya saya sudah tahu bahwa lulusannya akan menjadi tenaga pendidik terutama ditingkat SMK. Sehingga saya paham bahwa salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh tenaga pendidik ditingkat SMK yaitu dapat membuat desain dan strategi pembelajaran administrasi perkantoran.

  

 

Sabtu, 18 Februari 2023

ULASAN DATA, SISTEM, DAN INFORMASI AYAM

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Aplikasi Pengolah Basis Data
Dosen Pengampu Bapak Agung Kuswantoro S. Pd., M. Pd.

Penulis 
Nama         : Uswatun Hasanah
Nim           : 7101421173
Rombel     : PAP A 


DATA

Data adalah bahan baku informasi atau bahasa mathematical dan simbol-simbol pengganti lain yang disepakati oleh umum dalam menggambarkan objek, manusia, peristiwa, aktivitas, konsep dan objek-objek lainnya. Atau dengan kata lain, data merupakan kenyataan apa adanya (raw facts).

Gambar 1

Gambar 2

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa ayam dan jenis-jenis ayam termasuk ke dalam data ayam. Hal ini karena ayam merupakan bahan baku atau dapat dikatakan dalam kenyataan apa adanya (raw facts).

 

SISTEM

Menurut Murdick, R.G Sistem adalah seperangkat elemen yang membentuk kumpulan atau prosedur-prosedur/bagan-bagan pengolahan yang mencari suatu tujuan bagian atau tujuan bersama dengan mengoperasikan data dan atau energi barang pada waktu rujukan tertentu untuk menghasilkan informasi.

Gambar 3

Gambar 4

Gambar 5

Gambar 6

Dari gambar diatas dapat dilihat bahwa mulai dari gambar 3 sampai dengan gambar 6 memiliki keterkaitan atau membentuk menjadi kumpulan atau prosedur-prosedur dari pengolahan ayam, hal ini lah yang dapat dikatakan dengan sistem. Pemeliharaan ayam dengan menggunakan kandang battery dan juga brooder bertujuan untuk menghasilkan daging ayam yang memiliki kualitas yang tinggi. Hal ini bertujuan agar daging ayam dengan kualitas yang tinggi tersebut memiliki nilai jual yang tinggi juga.

 

INFORMASI

Menurut Gordon B. Davis menyatakan bahwa informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang penting bagi penerima dan mempunyai nilai yang nyata atau yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau yang akan datang.

Gambar 7

Gambar 8

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa gambar 7 memberikan informasi mengenai produk dari KFC. Produk tersebut yaitu beberapa macam paket ayam yang dijual di KFC beserta dengan harganya. Sedangkan untuk gambar 8 memberikan informasi bahwa ada sebuah resto makanan yang menjual paket ayam bakar lengkap dengan sayur dan nasinya.

 

Sumber Referensi :

Pangaribuan, I. (2009). Data & Informasi.

Muthohar, K. (2019). 101-111 APLIKASI SISTEM INFORMASI E-LEARNING SMA POMOSDA TANJUNGANOM NGANJUK MENGGUNAKAN PHP 5.5 DAN MYSQL 5.5. CYBER-TECHN14(01), 10-Halaman.

https://repository.dinamika.ac.id/id/eprint/1178/5/BAB_III.pdf

Bahan Ajar Aplikasi Pengolah Basis Data Bapak Agung Kuswantoro S.Pd., M.Pd

 

 

KONSEP DASAR MEDIA PEMBELAJARAN

NAMA                                       : USWATUN HASANAH NIM                                           : 7101421173 ROMBEL              ...